CINTA
DIBALIK CADAR SURGA
Hari
demi hari telah ku lewati Perjuangan dan Do’a menghantarkanku menuju Masa depan
ku dan Mimpi besar ku , setelah lulus SMA aku mendaftar di PTN dan akhirnya
Alhamdulillah di terima di sebuah PTN.Hari berjalan dg cepat keberangkatan ku
untuk kuliah telah tiba, salam manis dan diiringi doa dari keluarga tercinta
menyertaiku dengan penuh ikhlas dan
tulus serta terlihat di wajah orang tuaku dengan penuh harapan yang besar pada
ku, tetapi tak dapat di pungkiri air mata yang keluar dari kelopak mata Ibunda
tercinta terlihat di hatinya penuh kesedihan untuk melepasku pergi meninggalkan
keluarga tercinta dan kampung terCINTA.
Perjalanan
yang melelahkan menghantarkanku menuju kehidupan baruku,semangat baru dan Dunia
baru.Dari dalam bis mataku takjub
melihat indahnya pemandangan yang
menyapaku dengan keindahannya dan panorama yang Menakjubkan, di sinilah perjalananku
sebagai mahasiswa di mulai dan tak terlewatkan seperti biasanya setiap
Mahasiswa baru tak lepas dengan yang namanya Ospek yang terbanyang di My
brain Ospek is “Kejam,Menyebalkan dan Otoriter”
Berbagai tugas telah
tercatat rapi dari di buku My Dream ku dari ujung garis buku sampai akhir garis
buku terakhir.Ospek pertama Universitas telah terlewati dengan baik dan melelahkan
dan dilanjutkan minggu berikutnya ospek
fakultas dan tugas pun bertambah di buku My Dream ku dengan pantang menyerah
aku dan teman-teman baruku mengerjakan tugas itu dengan di bantu kakak-kakak
tingkat yang sangat baik. Dan pada suatu malam ketika mahasiswa baru di
kumpulkan di suatu basecamp untuk mengerjakan tugas-tugas ospek di situlah
banyak perjuangan yang tak telupakan dari mulai senang,sedih, dan melelahkan.Suatu
malam ketika hari deadline tugas ospek harus selesai ternyata ada seglumit tugasku
yang belum terselesaikan akupun bingung apa yang harus aku lakukan tetapi
ketika aku duduk dan menarik nafas dalam-dalam aku mencoba mencari teman-teman
yang bersedia membantuku untuk mengerjakan tugas yang menurutku cukup
sulit.Kakiku berjalan dengan perlahan dan menghentikannya di kerumunan
orang-orang yang asing dimataku akhirnya
aku bertemu dengan seorang cowok dia bersedia membantuku membuat topi koboy
yang terbuat dari kardus dan dari situlah aku kagum dengannya dengan Wajah yang
tampan dan hidung yang seperti pinokio “mancung”, kulit yang putih, dan membuat mata ini tak tahan ketika melihat
senyumnya SUBHANALLAH membuat syaraf di
otak ini tak pernah berhenti memikirkannya di tambah dengan keramahannya dan
kebaikannya ”Malaikat dari Langit” itu fikirku,dan
kami pun berkenalan satu sama lain,dengan bahasa indonesia yang di bilang
“Medok”kata jawa, kami pun tertawa
bersama-sama. Tak terasa jarum jam pun menunjuk pukul sembilan, aku dan temanku
harus pulang karena kos an teman ku ada jam malam, aku pun pamit dan
mengucapkan terimakasih padanya karena telah
membantuku walaupun semuanya belum terselesaikan tapi aku merasa
beruntung malam itu bisa bertemu seseorang sepertinya dan aku menyebutnya “ My
Secret Admire” penggemar rahasiaku karena aku mengaguminya.
Setelah
seminggu berlalu aku bebas menghirup udara dengan tenang tanpa tekanan kakak
senior.Ospek sudah berlalu aku mulai masuk kuliah seperti biasanya dari sudut
ruangan kelas ku pandangi satu persatu apakah dia sekelas dengan ku tetapi harapan
kosong yang ku dapatkan tak ada satu pun yang menunjukkan ciri-cirinya ketika
aku keluar ruangan tak sengaja aku bertemu dengannya dengan jantung yang
berdebar dan perasaan yang senang aku menyapanya dan dia pun tersenyum tapi ku
berfikir apakah dia masih ingat denganku??? Hatikupun bertanya tanya.....dan selama satu semester hanya itulah yang bisa
aku lakukan setiap bertemu dengannya
hanya bisa tersenyum dan menyapanya itupun tak setiap hari bertemu bisa di sebut hari
keberuntungankulah ketika aku bisa bertemu dengannya dan aku pun tak tau dia berada di kelas apa.Aku
berharap bisa mengenalnya lebih dalam lagi aku bertanya kepada semua teman ku
tapi tak seorangpun tau dan disinilah aku merasa bahwa ini hanyalah harapan
kosong yang tak mungkin aku bisa mengenalnya lebih dalam lagi,dan ketika
beberapa bulan berlalu entah mengapa aku tak bertemu dengannya sama sekali dan
akupun mulai lupa dengan wajahnya dan disinilah aku mulai mengubur dalam
harapanku untuk mengenalnya aku berfikir itu hanyalah sebuah ilusi semata dan
sebuah mimpi yang indah yang tak tau akhirnya.
Satu Semesterpun berlalu
aku sudah bisa sedikit melupakan mimpiku terhadapnya , di semester dua aku
mengikuti seleksi masuk di kelas yang bisa di bilang kelas favorit yaitu kelas
bahasa inggris dan akhirnya aku di terima masuk di kelas itu teman baru lagi
yang aku dapatkan,satu persatu kamipun berkenalan dari si A sampai si Moffet
orang Luar Indonesia yaitu orang Solomon, terasa asing di telingaku entah pulau
mana itu solomon tetapi dia bercerita bahwa solomon terletak di antara
indonesia dan australia.Selain si moffet mahluk asing itu di kelas aku juga
mendapatkan teman dekat yaitu si rena orangnya yang ramah dan asyik membuatku
nyaman berteman dengannya,ketika pulang kuliah aku dan rena sering pulang
bersama dan rena sering numpang di kos ku ketika ada jadwal tambahan pada suatu
hari ketika aku jalan bersama rena tiba-tiba ada seorang cowok yang menghampiri
rena ,dia menyapa
rena dan mengobrol dengan si rena tampak mereka sangat akrab dan ternyata dia
teman rena waktu semester satu.Terlintas di fikiranku terasa tidak asing wajah
cowok itu ketika dia sudah pergi akupun bertanya dengan rena tetang cowok itu dan
nama cowok itu dan ternya namanya sama dengan orang yang pernah membantuku
membuat topi ketika ospek, aku berfikir bahwa dia orangnya walaupun aku sudah
agak lupa dengan wajahnya tapi aku yakin dialah orangnya.Beberapa hari kemudian
dengan tidak sengaja ketika aku pulang kuliah untuk menuju kos tiba-tiba dia
berjalan di belakangku dan mendahuluiku dengan langkah yang cepat aku
mengejarnya dan memanggilnya dan aku bertanya padanya
“ nama kamu aver kan, kamu temennya rena ya?”
dia mejawab “ iya ,memangnya kenapa? ,
dan aku menjawab “ ini aku mau minta no.nya
rena soalnya ada hal penting yang ingin ku kasih tau,dan ini no.ku nanti kirim
ya”
pun mencatat no.hp ku dan mengirim
no.nya rena,padahal sebenarnya aku sudah memiliki no.nya rena dan itu ku
lakukan hanya ingin memastikan apakah dia aver yang aku kenal apa
tidak...hehe,
dan aku membalas “
terimakasih y, eh ngomong-ngomong kayaknya kita pernah bertemu ya? Tapi di mana
ya?
Aver “ iya,kita pernah
bertemu di basecamp waktu ospek”
Aku ” WAHHH iya, aku
Lupa “ (pura-pura lupa) haha
Aver “ Wahhh iya,
Mungkin kita masih di izinkan untuk silaturrahmi”
dan setelah sms itu aku
merasa senang sekali ternyata benar apa yang aku duga ,dia benar-benar aver
yang aku kenal dan lebih senang nya lagi dia masih mengingatku,setelah aku dan
aver sms an bertanya ini dan itu ternyata aku merasakan hal yang tak pernah ku
rasakan sebelumnya aku merasa senang sekali dan setelah kejadian itu aku
bercerita dengan rena dari awal sampai akhir dan tak lupa ku titipkan salam di
rena buat aver
“ ren, kalau kamu ketemu aver ,aku nitip
salam ya salam terimakasih udah mau bantu aku waktu ospek” dan rena pun
menjawab “ oke, nanti kalau ketemu aku salamin deh”.
Semester
dua ini terasa berbeda karena aku sering bertemu aver ketika dijalan aku pun menyapanya
dan dia pun membalas menyapa dengan senyuman.Ketika ada jadwal briefing untuk
praktikum ternyata kelas ku dan kelas aver di tempatkan dalam satu ruang di situ aku bisa bertemu dengan aver lagi
dan tiba-tiba rena menghampiriku dan bilang pada ku bahwa aku dapat salam dari
aver.Hati ku seketika terasa senang sekali dan Dag dig dug yang ku rasakan “si
rena saja belum sempat menyampaikan salam ku untuk aver tetapi aver sudah
titip salam buat aku” terlintas di my
brain.
Dari
situ aku merasa Tuhan memberikan kejutan yang Luar biasa di semester dua ku
yaitu di izinkan lagi mengenal “ My Secret Admire ku” yang selama ini aku
berfikir bahwa mengenalnya lagi adalah hanya sebatas mimp tetapi hal itu salah
ternyata Tuhan menghendaki yang lain yang tak pernah ku duga sebelumnya dan aku
berdo’a semoga aku di izinkan lagi untuk mengenalnya lebih dalam lagi.Tetapi
pada suatu hari pernah terjadi kejadian yang membuat hati ku sakit yaitu ketika
aku bertemu dengannya aku mencoba tidak menyapanya dan dia juga melihat ku tapi
tak terlihat seperti biasanya dia tidak melemparkan senyumannya sama sekali
pada ku, aku pun berfikir mengapa dia menjadi begitu?
“ apakah gara-gara aku
tidak menyapanya terus dia juga tidak mau memberikan senyumannya untukku ???dan
apakah ada alasan yang lain???
Hatiku pun
bertanya-tanya dan entah mengapa kejadian itu sangat menusuk hati ku, tiba-tiba
ketika aku berjalan untuk pulang tanpa ku sadari mata ku meneteskan air mata
yang tak bisa ku bendung lagi aku merasa bahwa dia sangat berarti bagiku,tetapi
kejadian itu tidak berjalan dengan lama, ketika beberapa hari aku bertemu dia
lagi tiba-tiba dia memanggil ku dan dia menyapaku dengan senyumannya, dan aku
pun ikut tersenyum dan berfikir
“ Tuhan apakah ini hanya mimpi, yang biasanya
aku menyapanya terlebih dahulu tetapi untuk kali ini dia yang menyapaku
terlebih dahulu” Terimakasih Tuhan engkau telah memberikan kejutan lagi buatku.
Dan ternyata Tuhan
mengabulkan do’a ku ,pada suatu malam ketika pulang dari kampus setelah ada
jadwal ujian malam hari aku bertemu
dengannya di jalan dan aku pulang bersamanya dan teman-temanya yang kebetulan
jalan pulangnya searah,di perjalanan yang cukup singkat itu aku dan aver
saling bertanya tak terasa sudah tiba di kos ku terpaksa aku harus mengakhiri
obrolan itu. Ke esokan harinya aku berjalan dengan rena dan tak tersengaja dengan
arah yang berlawanan aku bertemu aver,dengan botol minuman yang di bawa nya
dia menawari aku dan rena.
“Temen-temen mau minum?
Ini kalau mau ambil saja” ucap aver dengan senyuman yang indah dan rena pun mengambilnya
Dan setelah air di
botol itu habis, rena menyuruhku membawa dan membuangnya tetapi aku berfikir
lain aku merasa bahwa botol itu adalah hal yang sangat berharga buat ku karena
aku mendapatkan langsung dari tangan aver.Aku tidak membuang botol itu
melainkan aku menyimpan botol itu dengan membungkusnya menggunakan plastik
bening dan menalinya dengan pita yang cantik dan tak terlupa ku tulis di atas
botol itu “ From My Secret Admire”.Merupakan suatu kebanggaan bagi ku dan aku
memajangnya di kamar kos ku karena aku merasa ketika aku bertemu dengan aver
dengan secara tidak langsung dia telah membantuku move on dari kekasih lama ku
yang sudah tiga tahun tidak bisa move on darinya tetapi setelah bertemu
dengannya entah mengapa semua rasa untuk kekasihku dahulu terasa hilang disapu
badai,semua terasa hanya aver lah yang mengisi hatiku walaupun ada seseorang
yang lebih perhatian dari pada si aver.(aku tersenyum sambil memandangi botol
itu).
Dan aku Berdoa
“ Tuhan aku berjanji
aku akan menyimpan botol ini dengan sebaik mungkin,jika nanti aku di
perkenankan untuk mendampingi dalam hidupnya aku akan memberikan botol ini dan
menceritakan semua apa yang ku rasakan dan aku berjanji jika aku di perkenankan
untuk mendampingi hidupnya ketika hari bahagia nanti datang aku akan bersujud
di bawah telapak kakinya dengan mengucap rasa Syukur kepadamu karena telah
menyatukan aku dan dia tetapi jika aku tidak di perkenankan maka aku akan
membuang botol ini dan aku akan hapus kan semua tentangnya walaupun itu sulit
bagiku ”
Hari demi hari
berjalan, dan seperti biasanya yang terjadi yaitu ketika bertemu dengannya aku
hanya bisa menyapa dan menyapa tak ada yang lebih dan aku hanya bisa memendam
rasa ini, aku berfikir mungkin untuk kali ini Tuhan belum mengizinkanku untuk
mengenalnya lebih jauh dan lebih dalam lagi dan aku yakin pada suatu saat nanti
pasti Tuhan memberikan kejutan yang Luar
Biasa kepadaku.
Karena aku merasa bahwa
Cintaku padanya masih Berada di Balik
Cadar Surga yang aku yakin pada suatu saat nanti dengan izin Tuhan Cadar itu
akan di bukakannya untuk ku dan untuknya
di Hari Bahagia nanti dan tak akan ada yang bisa menggantikanmu,aku akan
selalu menunggumu hingga kamu merasakan apa yang aku rasakan dan aku akan
berusaha menjaga hati ini untukmu Hingga Hari Bahagia itu Datang untuk Kita...I Hope You Always Find
Reason to Smile And I will always Love you Forever “ My Secret Admire” ... :)