Sabtu, 22 Agustus 2015

Cinta di Balik Cadar Surga




CINTA DIBALIK CADAR SURGA
Hari demi hari telah ku lewati Perjuangan dan Do’a menghantarkanku menuju Masa depan ku dan Mimpi besar ku , setelah lulus SMA aku mendaftar di PTN dan akhirnya Alhamdulillah di terima di sebuah PTN.Hari berjalan dg cepat keberangkatan ku untuk kuliah telah tiba, salam manis dan diiringi doa dari keluarga tercinta menyertaiku dengan penuh  ikhlas dan tulus serta terlihat di wajah orang tuaku dengan penuh harapan yang besar pada ku, tetapi tak dapat di pungkiri air mata yang keluar dari kelopak mata Ibunda tercinta terlihat di hatinya penuh kesedihan untuk melepasku pergi meninggalkan keluarga tercinta dan kampung terCINTA.
Perjalanan yang melelahkan menghantarkanku menuju kehidupan baruku,semangat baru dan Dunia baru.Dari  dalam bis mataku takjub melihat indahnya  pemandangan yang menyapaku dengan keindahannya dan panorama yang Menakjubkan, di sinilah perjalananku sebagai mahasiswa di mulai dan tak terlewatkan seperti biasanya setiap Mahasiswa baru tak lepas dengan yang namanya Ospek yang terbanyang  di My  brain Ospek is “Kejam,Menyebalkan dan Otoriter”
Berbagai tugas telah tercatat rapi dari di buku My Dream ku dari ujung garis buku sampai akhir garis buku terakhir.Ospek pertama Universitas telah terlewati dengan baik dan melelahkan dan dilanjutkan  minggu berikutnya ospek fakultas dan tugas pun bertambah di buku My Dream ku dengan pantang menyerah aku dan teman-teman baruku mengerjakan tugas itu dengan di bantu kakak-kakak tingkat yang sangat baik. Dan pada suatu malam ketika mahasiswa baru di kumpulkan di suatu basecamp untuk mengerjakan tugas-tugas ospek di situlah banyak perjuangan yang tak telupakan dari mulai senang,sedih, dan melelahkan.Suatu malam ketika hari deadline tugas ospek harus selesai ternyata ada seglumit tugasku yang belum terselesaikan akupun bingung apa yang harus aku lakukan tetapi ketika aku duduk dan menarik nafas dalam-dalam aku mencoba mencari teman-teman yang bersedia membantuku untuk mengerjakan tugas yang menurutku cukup sulit.Kakiku berjalan dengan perlahan dan menghentikannya di kerumunan orang-orang yang asing dimataku  akhirnya aku bertemu dengan seorang cowok dia bersedia membantuku membuat topi koboy yang terbuat dari kardus dan dari situlah aku kagum dengannya dengan Wajah yang tampan dan hidung yang seperti pinokio “mancung”, kulit yang putih, dan  membuat mata ini tak tahan ketika melihat senyumnya SUBHANALLAH  membuat syaraf di otak ini tak pernah berhenti memikirkannya di tambah dengan keramahannya dan kebaikannya ”Malaikat dari Langit” itu  fikirku,dan kami pun berkenalan satu sama lain,dengan bahasa indonesia yang di bilang “Medok”kata  jawa, kami pun tertawa bersama-sama. Tak terasa jarum jam pun menunjuk pukul sembilan, aku dan temanku harus pulang karena kos an teman ku ada jam malam, aku pun pamit dan mengucapkan terimakasih padanya karena telah  membantuku walaupun semuanya belum terselesaikan tapi aku merasa beruntung malam itu bisa bertemu seseorang sepertinya dan aku menyebutnya “ My Secret Admire” penggemar rahasiaku karena aku mengaguminya.
Setelah seminggu berlalu aku bebas menghirup udara dengan tenang tanpa tekanan kakak senior.Ospek sudah berlalu aku mulai masuk kuliah seperti biasanya dari sudut ruangan kelas ku pandangi satu persatu apakah dia sekelas dengan ku tetapi harapan kosong yang ku dapatkan tak ada satu pun yang menunjukkan ciri-cirinya ketika aku keluar ruangan tak sengaja aku bertemu dengannya dengan jantung yang berdebar dan perasaan yang senang aku menyapanya dan dia pun tersenyum tapi ku berfikir apakah dia masih ingat denganku??? Hatikupun bertanya tanya.....dan  selama satu semester hanya itulah yang bisa aku  lakukan setiap bertemu dengannya hanya bisa tersenyum dan menyapanya itupun tak setiap  hari bertemu bisa di sebut hari keberuntungankulah ketika aku bisa bertemu dengannya dan aku  pun tak tau dia berada di kelas apa.Aku berharap bisa mengenalnya lebih dalam lagi aku bertanya kepada semua teman ku tapi tak seorangpun tau dan disinilah aku merasa bahwa ini hanyalah harapan kosong yang tak mungkin aku bisa mengenalnya lebih dalam lagi,dan ketika beberapa bulan berlalu entah mengapa aku tak bertemu dengannya sama sekali dan akupun mulai lupa dengan wajahnya dan disinilah aku mulai mengubur dalam harapanku untuk mengenalnya aku berfikir itu hanyalah sebuah ilusi semata dan sebuah mimpi yang indah yang tak tau akhirnya.
Satu Semesterpun berlalu aku sudah bisa sedikit melupakan mimpiku terhadapnya , di semester dua aku mengikuti seleksi masuk di kelas yang bisa di bilang kelas favorit yaitu kelas bahasa inggris dan akhirnya aku di terima masuk di kelas itu teman baru lagi yang aku dapatkan,satu persatu kamipun berkenalan dari si A sampai si Moffet orang Luar Indonesia yaitu orang Solomon, terasa asing di telingaku entah pulau mana itu solomon tetapi dia bercerita bahwa solomon terletak di antara indonesia dan australia.Selain si moffet mahluk asing itu di kelas aku juga mendapatkan teman dekat yaitu si rena orangnya yang ramah dan asyik membuatku nyaman berteman dengannya,ketika pulang kuliah aku dan rena sering pulang bersama dan rena sering numpang di kos ku ketika ada jadwal tambahan pada suatu hari ketika aku jalan bersama rena tiba-tiba ada seorang cowok yang menghampiri rena ,dia   menyapa rena dan mengobrol dengan si rena tampak mereka sangat akrab dan ternyata dia teman rena waktu semester satu.Terlintas di fikiranku terasa tidak asing wajah cowok itu ketika dia sudah pergi akupun bertanya dengan rena tetang cowok itu dan nama cowok itu dan ternya namanya sama dengan orang yang pernah membantuku membuat topi ketika ospek, aku berfikir bahwa dia orangnya walaupun aku sudah agak lupa dengan wajahnya tapi aku yakin dialah orangnya.Beberapa hari kemudian dengan tidak sengaja ketika aku pulang kuliah untuk menuju kos tiba-tiba dia berjalan di belakangku dan mendahuluiku dengan langkah yang cepat aku mengejarnya dan memanggilnya dan aku bertanya padanya
 “ nama kamu aver kan, kamu temennya rena ya?”

 dia mejawab “ iya ,memangnya kenapa? ,
 dan aku menjawab “ ini aku mau minta no.nya rena soalnya ada hal penting yang ingin ku kasih tau,dan ini no.ku nanti kirim ya”
  pun mencatat no.hp ku dan mengirim no.nya rena,padahal sebenarnya aku sudah memiliki no.nya rena dan itu ku lakukan hanya ingin memastikan apakah dia aver yang aku kenal apa tidak...hehe,
dan aku membalas “ terimakasih y, eh ngomong-ngomong kayaknya kita pernah bertemu ya? Tapi di mana ya?
Aver “ iya,kita pernah bertemu di basecamp waktu ospek”
Aku ” WAHHH iya, aku Lupa “ (pura-pura lupa) haha
Aver “ Wahhh iya, Mungkin kita masih di izinkan untuk silaturrahmi”
dan setelah sms itu aku merasa senang sekali ternyata benar apa yang aku duga ,dia benar-benar aver yang aku kenal dan lebih senang nya lagi dia masih mengingatku,setelah aku dan aver sms an bertanya ini dan itu ternyata aku merasakan hal yang tak pernah ku rasakan sebelumnya aku merasa senang sekali dan setelah kejadian itu aku bercerita dengan rena dari awal sampai akhir dan tak lupa ku titipkan salam di rena buat aver
 “ ren, kalau kamu ketemu aver ,aku nitip salam ya salam terimakasih udah mau bantu aku waktu ospek” dan rena pun menjawab “ oke, nanti kalau ketemu aku salamin deh”.
Semester dua ini terasa berbeda karena aku sering bertemu aver ketika dijalan aku pun menyapanya dan dia pun membalas menyapa dengan senyuman.Ketika ada jadwal briefing untuk praktikum ternyata kelas ku dan kelas aver di tempatkan dalam satu ruang  di situ aku bisa bertemu dengan aver lagi dan tiba-tiba rena menghampiriku dan bilang pada ku bahwa aku dapat salam dari aver.Hati ku seketika terasa senang sekali dan Dag dig dug yang ku rasakan “si rena saja belum sempat menyampaikan salam ku untuk aver tetapi aver sudah titip salam buat aku”  terlintas di my brain.
Dari situ aku merasa Tuhan memberikan kejutan yang Luar biasa di semester dua ku yaitu di izinkan lagi mengenal “ My Secret Admire ku” yang selama ini aku berfikir bahwa mengenalnya lagi adalah hanya sebatas mimp tetapi hal itu salah ternyata Tuhan menghendaki yang lain yang tak pernah ku duga sebelumnya dan aku berdo’a semoga aku di izinkan lagi untuk mengenalnya lebih dalam lagi.Tetapi pada suatu hari pernah terjadi kejadian yang membuat hati ku sakit yaitu ketika aku bertemu dengannya aku mencoba tidak menyapanya dan dia juga melihat ku tapi tak terlihat seperti biasanya dia tidak melemparkan senyumannya sama sekali pada ku, aku pun berfikir mengapa dia menjadi begitu?
“ apakah gara-gara aku tidak menyapanya terus dia juga tidak mau memberikan senyumannya untukku ???dan apakah ada alasan yang lain???
Hatiku pun bertanya-tanya dan entah mengapa kejadian itu sangat menusuk hati ku, tiba-tiba ketika aku berjalan untuk pulang tanpa ku sadari mata ku meneteskan air mata yang tak bisa ku bendung lagi aku merasa bahwa dia sangat berarti bagiku,tetapi kejadian itu tidak berjalan dengan lama, ketika beberapa hari aku bertemu dia lagi tiba-tiba dia memanggil ku dan dia menyapaku dengan senyumannya, dan aku pun ikut tersenyum dan berfikir
 “ Tuhan apakah ini hanya mimpi, yang biasanya aku menyapanya terlebih dahulu tetapi untuk kali ini dia yang menyapaku terlebih dahulu” Terimakasih Tuhan engkau telah memberikan kejutan lagi buatku.
Dan ternyata Tuhan mengabulkan do’a ku ,pada suatu malam ketika pulang dari kampus setelah ada jadwal ujian malam hari  aku bertemu dengannya di jalan dan aku pulang bersamanya dan teman-temanya yang kebetulan jalan pulangnya searah,di perjalanan yang cukup singkat itu aku dan aver saling bertanya tak terasa sudah tiba di kos ku terpaksa aku harus mengakhiri obrolan itu. Ke esokan harinya aku berjalan dengan rena dan tak tersengaja dengan arah yang berlawanan aku bertemu aver,dengan botol minuman yang di bawa nya dia menawari aku dan rena.
“Temen-temen mau minum? Ini kalau mau ambil saja” ucap aver dengan senyuman yang indah  dan rena pun mengambilnya
Dan setelah air di botol itu habis, rena menyuruhku membawa dan membuangnya tetapi aku berfikir lain aku merasa bahwa botol itu adalah hal yang sangat berharga buat ku karena aku mendapatkan langsung dari tangan aver.Aku tidak membuang botol itu melainkan aku menyimpan botol itu dengan membungkusnya menggunakan plastik bening dan menalinya dengan pita yang cantik dan tak terlupa ku tulis di atas botol itu “ From My Secret Admire”.Merupakan suatu kebanggaan bagi ku dan aku memajangnya di kamar kos ku karena aku merasa ketika aku bertemu dengan aver dengan secara tidak langsung dia telah membantuku move on dari kekasih lama ku yang sudah tiga tahun tidak bisa move on darinya tetapi setelah bertemu dengannya entah mengapa semua rasa untuk kekasihku dahulu terasa hilang disapu badai,semua terasa hanya aver lah yang mengisi hatiku walaupun ada seseorang yang lebih perhatian dari pada si aver.(aku tersenyum sambil memandangi botol itu).
Dan aku Berdoa
“ Tuhan aku berjanji aku akan menyimpan botol ini dengan sebaik mungkin,jika nanti aku di perkenankan untuk mendampingi dalam hidupnya aku akan memberikan botol ini dan menceritakan semua apa yang ku rasakan dan aku berjanji jika aku di perkenankan untuk mendampingi hidupnya ketika hari bahagia nanti datang aku akan bersujud di bawah telapak kakinya dengan mengucap rasa Syukur kepadamu karena telah menyatukan aku dan dia tetapi jika aku tidak di perkenankan maka aku akan membuang botol ini dan aku akan hapus kan semua tentangnya walaupun itu sulit bagiku ”
Hari demi hari berjalan, dan seperti biasanya yang terjadi yaitu ketika bertemu dengannya aku hanya bisa menyapa dan menyapa tak ada yang lebih dan aku hanya bisa memendam rasa ini, aku berfikir mungkin untuk kali ini Tuhan belum mengizinkanku untuk mengenalnya lebih jauh dan lebih dalam lagi dan aku yakin pada suatu saat nanti pasti Tuhan  memberikan kejutan yang Luar Biasa kepadaku.
Karena aku merasa bahwa Cintaku padanya  masih Berada di Balik Cadar Surga yang aku yakin pada suatu saat nanti dengan izin Tuhan Cadar itu akan di bukakannya untuk ku dan untuknya  di Hari Bahagia nanti dan tak akan ada yang bisa menggantikanmu,aku akan selalu menunggumu hingga kamu merasakan apa yang aku rasakan dan aku akan berusaha menjaga hati ini untukmu Hingga Hari Bahagia itu  Datang untuk Kita...I Hope You Always Find Reason to Smile And I will always Love you Forever “ My Secret Admire” ...  :)